WELCOME TO THE BIG FAMILY OF MIT NURI

Alhamdulillah rangkaian kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2020-2021 telah selesai. Diakhiri dengan penjelasan hasil tes PPDB pada hari Sabtu, 29 Februari 2020.

Selamat datang kami ucapkan, dan selamat bergabung bersama keluarga besar MI Terpadu Nurul Iman (MIT NURI)

Ada banyak alasan dari para orang tua kenapa memilih MIT NURI sebagai partner mereka dalam mendidik buah hatinya. Saya tekankan lagi, kami hanyalah PARTNER orang tua, karena sesungguhnya tugas utama mendidik anak adalah orangtua.

MIT NURI menjadi salah satu sekolah alternatif dengan fasilitas pendukung yang cukup memadai dan biaya terjangkau. Dengan slogan “Mendidik Sepenuh Hati”, kami harapkan akan terjalin hubungan yang harmonis antara guru, siswa, dan orang tua.

Program unggulan MIT NURI adalah program Qur’an dengan metode Qiro’ati. Kami berupaya siswa dapat menyelesaikan Qiro’atinya di kelas 3. Hingga diharapkan di kelas 4 sudah bisa mebaca Qur’an dengan tartil. Sehingga mulai kelas 4 sudah fokus untuk menambah hafalan Qur’annya dengan bacaan yang baik.

Program lain adalah ekskul untuk mendukung dan mengembangkan kecerdasan majemuk anak. Diantaranya: pramuka sebagai ekskul wajib, dibidang oleh raga ada taekwondo, futsal, panahan, dibidang seni ada tari, lukis, dan hadroh, ada juga chef dan mindset.

Di MIT NURI para guru membersamai murid-murid membiasakan kegiatan yang positif dan bermakna. Diawali dengan Dhuha di pagi hari dan diakhiri dengan murojaah bersama, semoga keberkahan menyelimuti.

Berharap jiwanya menjadi kuat. Tak ada yang bisa kita lakukan dengan kecerdasan kita kalau jiwa yang menjadi tempat berkembangnya amat rapuh. Karakter yang kuat dibentuk oleh penanaman nilai yang menekankan baik dan buruk. Nilai ini dibangun melalui penghayatan dan pengalaman, bukan menyibukkan diri dengan pengetahuan.

Nah, ayah bunda, pada akhirnya harus ada kerjasama yang baik antara orang tua dan guru. Pembiasaan ini harus berkesinambungan. Jika di sekolah anak-anak dibiasakan Dhuha di pagi hari, apakah di rumah ketika libur juga dibiasakan? Jika disekolah anak-anak dibiasakan shalat berjama’ah, apakah di rumah demikian?

Jika di sekolah para guru mengajarkan membaca Qur’an hingga pandai dan tartil, selanjutnya tugas orangtua lah untuk membuat anak-anak cinta dengan Qur’an. Jika guru di sekolah mengajarkan bacaan-bacaan shalat dan gerakannya sampai anak-anak bisa dan hafal bacaan tersebut, maka tugas orang tua lah untuk membuat anak-anak senang dan cinta mengerjakan shalat.

Tanpa kerjasama yang baik ini, mustahil karakter positif anak akan terbentuk.

Wallahu a’lam bis showaab

Erninur
Ketua Panitia PPDB MIT Nurul Iman 2020/2021
Depok, 3 Maret 2020